Rusmilawati's Blog

Everyday is so precious

Pembaharuan HP berdasarkan Pancasila oleh Prof. Barda Nawawi Arief,SH

Copy of Pembhrn HP dlm konteks PS-utk print(2)

Leave a comment »

Slides Kebijakan HP (13 Des 2011)

Berikut ini adalah slides Prof. Barda Nawawi Arief  sebagai bahan bacaan materi kebijakan HP tanggal 13 Des 2011, silahkan didownload di link di bawa ini:

Kul-1c Hakikat – alur-kriteria penal reform

Leave a comment »

REMISI UNTUK TINDAK PIDANA KORUPSI DAN TERORISME (sebuah Komentar Pribadi dalam salah satu Koran)

Pada prinsipnya remisi (pengurangan masa hukuman) itu adalah sarana hukum yang berwujud HAK yang diberikan oleh Undang-undang kepada Narapidana yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Adanya remisi ini bertujuan untuk mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan yang mengarah pada proses rehabilitasi dan resosialisasi narapidana melalui upaya-upaya yang sifatnya edukatif, korektif dan defensif. Semua narapidana ataupun Anak pidana yang telah memenuhi syarat tanpa terkecuali Narapidana dari Tindak pidana Korupsi dan terorisme dapat mengajukan Remisi. Hal ini sudah diamanatkan oleh Pasal 14 Undang-undang No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang kemudian diatur juga dalam PP 32/1999 , diperkuat dengan Keppres No. 174 Tahun 1999 tentang Remisi, dan PP Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan atas peraturan pemerintah nomor 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. Dari berbagai jenis remisi, (mulai dari remisi umum, remisi khusus, remisi tambahan, dan remisi dasawarsa), setiap tanggal 17 Agustus bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan RI, remisi umum menjadi hak yang selalu ditunggu oleh para Napi. Karena pada saat itulah remisi umum secara rutin diberikan kepada sebagian besar Napi yang telah memenuhi syarat. Adapun syarat untuk memperoleh remisi umum ini adalah berkelakuan baik selama proses pembinaan di dalam LP, telah melaksanakan pidana lebih dari 6 bulan (terhitung dari tanggal penahanan hingga tanggal 17 Agustus tahun terkait), tidak sedang dikenakan hukuman disiplin, tidak sedang melaksanakan cuti menjelang bebas, dan tidak dijatuhi pidana kurungan pengganti denda, tidak dijatuhi hukuman pidana seumur hidup ataupun pidana mati. Besaran remisi yang diterima oleh para narapidana tersebut berbeda-beda, hal ini tergantung pada masa pidana yang telah dijalaninya.

Sebagaimana yang diatur dalam Pasal 4 Keppres No. 174 Tahun 1999 tentang Remisi, disebutkan bahwa Bagi napi yang telah menjalani pidana 6 sampai 12 bulan diberikan remisi 1 bulan, untuk yang lebih 12 bulan dapat 2 bulan, bagi yang sudah menjalani tahun kedua dapat 3 bulan, tahun ketiga 4 bulan, tahun keempat dan kelima dapat 5 bulan, tahun keenam dan seterusnya dapat 6 Bulan setiap tahunnya.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, pada prinsipnya, baik napi korupsi, terorisme ataupun tindak pidana lainnya tetap mendapatkan hak yang sama untuk mendapatkan Remisi, dan hak tersebut telah dilindungi oleh UU. Hanya saja dengan dikeluarkannya PP Nomor 28 Tahun 2006 yang merubah ketentuan dalam PP Nomor 32 Tahun 1999, dan mengingat kekhususan dan dampak korupsi dan terorisme ini demikian besarnya, maka Syarat-syarat pengajuan Remisi bagi Napi tindak pidana khusus seperti halnya Tindak Pidana Korupsi dan Terorisme tersebut, LEBIH DIPERKETAT. Dengan adanya PP tersebut, saat ini Tidak semua Korruptor dan Teroris demikian mudah mendapatkan Remisi sebagaimana halnya napi tindak pidana umum lainnya. Selain syarat-syarat dalam Keppres 174 / 1999 mengikat pula pada napi korupsi dan terorisme, ada perbedaan syarat lainnya yang diatur dalam Pasal 34 ayat 3 PP 28 Tahun 2006, yakni: napi korupsi, terorisme, narkotika dan psikotropika, kejahatan HAM berat, dan kejahatan Transnational, baru dapat mengajukan Remisi jika telah menjalani lebih dari 1/3 masa pidananya, dan telah berkelakuan baik selama di LP. Selanjutnya, Remisi untuk napi tersebut diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM, setelah mendapatkan pertimbangan terlebih dahulu dari Dirjen Pemasyarakatan. Khusus Napi Korupsi, ditambah lagi kriteria tambahan bahwa kerugian Negara tidak boleh di atas 1 M, dan Sanksi Pidananya tidak boleh lebih dari 2 tahun penjara. Untuk Tahun ini, terobosan untuk tidak memberikan remisi untuk koruptor dan teroris memang akan dilakukan oleh MenkunHam Patrialis Akbar.

Pendapat saya, keputusan untuk tidak memberikan Remisi untuk koruptor dan Teroris ini harus memiliki landasan yuridis yang kuat dan alasan-alasan yg bisa dipertanggungjawabkan., karena kalau tidak demikian, maka akan berkembang pada pengurangan dan pelanggaran terhadap Hak-hak Napi itu sendiri sebagaimana yang diatur dalam UU 12/1995. Keputusan tersebut akan menjadi baik, jika memang tujuannya baik sebagai langkah preventif yang sifatnya integral. Namun, takkan menjadi kurang baik jika keputusan tersebut hanya sekedar sarana fragmentair dan reaktif untuk memuaskan Emosi Masyarakat karena sekarang pemberantasan korupsi, menjadi trend dan hanya sekedar memberikan efek jera atau balas dendam pada pelaku. Sebagai pemegang keputusan dapat tidaknya diberikan remisi kepada Napi, Menkunham diharapkan lebih berhati-hati dalam menyeleksi siapa yang patut dan tidak mendapatkan remisi tanpa mengabaikan perasaan masyarakat dan tanpa mengabaikan hak napi itu sendiri. mengapa demikian.?, pertama, karena secara yuridis, sudah jelas jika Setiap Napi yang telah memenuhi syarat yang tercantum dalam peraturan mempuyai hak yang sama untuk mendapatkan Remisi, jadi alasan-alasan yang menunda pemberian remisi napi tersebut harus tetap dalam koridor yuridis dan seimbang antar berbagai kepentingan. kedua, LP ini hanya sekedar salah satu sistem dalam menanggulangi kejahatan, dan remisi ini hanyalah salah satu sub sistem untuk mewujudkan tujuan pembinaan Napi tersebut.

Jika hanya remisi yang dijadikan terobosan hukum untuk mengantisipasi Korupsi dan Terorisme, tanpa diimbangi dengan perbaiki sistem integral dari pemasyarakatan khususnya, dan penegakan hukum pada umumnya, maka upaya tidak memberikan Remisi tersebut terkesan sia-sia dan tanpa tujuan.

Bagaimanapun Ide dan tujuan dari pemasyarakatan itu sendiri adalah untuk Rehabilitasi dan resosialisasi Napi melalui tindakan-tindakan yang edukatif, korektif dan defensif, dan bukan bertujuan untuk sekedar menghukum. Para Napi itu ibarat orang sakit harus disembuhkan dan dibina agar tidak mengulangi lagi perbuatannya, dan bukan karena dia telah melakukan tindak pidana. sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Prof. Muladi jika pembinaan Napi itu adalah theraupetic proccess. jadi segala tindakan yang diiberlakukan kepada Napi harus dalam koridor teraupetis atau penyembuhan dan perbaikan.

Sampai saat ini Lembaga Pemasyarakatan belum menunjukkan hasil yang optimal tdalam membina Napi, belum ada korelasi yang cukup signifikant antara lamanya sanksi pidana dengan pengurangan jumlah tindak pidana (keberhasilan dalam melakukan pembinaan Napi.) Jadi, kalaupun Napi Korupsi dan Teroris diputuskan tidak mendapatkan remisi, namun sistem pembinaan dalam lembaga pemasyarakatan, berikut dengan perangkat hukumnya itu sendiri tidak pernah dibenahi, diperbaiki atau direformasi, maka sebenarnya keputusan dari tidak diberikannya Remisi itu sendiri tidak akan menuai hasil yang maksimal..yang ada malah semakin bermunculan pelaku-pelaku tindak pidana tersebut lainnya.

4 Comments »

TEGAR DI UJUNG RESTU

Sepi…!!!

Di Keramaian aku sepi

Tak tau hati

Tak tau diri

Yang dimau hanya mimpi dan mimpi

Sendu untuk yang dirindu

Kelu ditusuk sembilu

Tak mampu aku…

Rengkuh tegar di ujung restu

Wajah palsu siluet lugu

Simpan serpihan seribu pilu

Lunturkan keyakinanku yang dulu

Seurutkan langkahku yang beku

Dan terdiam membisu

Leave a comment »

KEPADAMU KU BERTAWAKKAL

duka hanyalah duka bagiku
tangis tetap menjadi tangis untukku
lemah tetap menjadi penghias jiwa dan ragaku
Keluh kesah menjadi bagian hidupku……

Wahai penjaga hati yang tak pernah lelah menuntunku
Wahai penghapus duka yang tak pernah mengabaikanku
Wahai pelipur lara derai tangisku
Wahai penegak lemahnya jiwa dan ragaku
Dan, wahai yang mendamaikan keluh kesahku

Hanya dalam diam kalbuku mengadu
Hanya dalam galau nurani kuberpasrah
Hanya dalam senyum asa kuuntai
Hanya dalam tangis, keyakinan kutoreh
Hanya dalam sujudku……
Hanya dalam doaku…..
Kupasrahkan semua dukaku…tangisku….lemahku….keluh kesahku
Pada-MU…Sang Pemilik Alam Semesta

Agar duka menjadi suka
Agar tangis menjadi tawa
Agar lemah menjadi kuat
Agar keluh kesah menjadi untaian harapan
Agar hidup menjadi bermakna dalam pelukan ridho-MU

Aku tidak ingin hidup dalam bayang masa lalu
Aku tidak ingin terkekang dalam kenisbian nafsuku
Aku tidak ingin terlena dalam khayal masa depanku

Wahai pemilik masa….
Hanya kepada-Mu aku bertawakkal jalani setiap takdir yang kutapaki
Menggapai Ridho-Mu ….untuk dunia dan akhirat-ku …..(by.wien nun geulis thea)

Leave a comment »